RSS

Tag Archives: reformation

Sekapur Sirih Hari Reformasi 2012

Setahun kembali berlalu sejak 95 dalil ditempel oleh Martin Luther di pintu gereja Wittenberg di Jerman. Dan semangat reformasi tidak pernah berubah hingga hari ini (klik pada link di samping untuk mengetahui maksudnya).

Hari Reformasi, seperti biasanya membawa ingatan kita kembali pada tokoh-tokoh reformasi dan perjuangan mereka. Tetapi tidak kalah pentingnya sebenarnya adalah bagaimana semangat reformasi yang sudah dibangun itu dihidupi oleh orang-orang masa setelahnya. Dan itu membawa kita pada coret-coretan di bawah halaman partitur musik seorang tokoh. Bukan seorang tokoh reformator seperti yang biasa kita dengarkan ceritanya saat Hari Reformasi, tetapi seorang musisi. Dan sangat terkenal.

Johann Sebastian Bach, lahir di Jerman 168 tahun setelah peristiwa 95 dalil tersebut. Hari ini, kita mengenalnya sebagai salah satu dari komponis terbesar zaman barok kalau bukan sebagai yang terbesar sepanjang zaman. Bach sendiri dikenal sebagai seorang komponis yang cukup religius dalam masa hidupnya. Dan yang menarik adalah bahwa dalam banyak lembaran manuskrip karyanya, kita dapat menemukan tulisan INDNJC tertulis di bagian bawah dari halamannya.

INDNJC adalah singkatan dari In Nomine Domini Nostri Jesu Christi yang berarti, “di dalam Nama Tuhan kita Yesus Kristus.” Dan tidak perlu menjadi seorang jenius seperti Bach untuk bisa mengerti bahwa Bach dalam menghasilkan karya-karyanya melakukannya “di dalam Nama Tuhan kita Yesus Kristus.” Itulah salah satu motivasi yang dia miliki dalam bekerja. Dan itulah salah satu pengingat bagi kita hari ini dalam melakukan keseharian kita bahwa kita perlu melakukan segala sesuatunya INDNJC.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 1, 2012 in It's A Short Life

 

Tags: , , , , ,

Sekapur Sirih Hari Reformasi

31 Oktober merupakan hari yang diperingati oleh orang Kristen sebagai hari yang bersejarah dimana sekian ratus tahun yang lalu, Martin Luther menuliskan dan menempelkan 95 Dalil di pintu gereja di Wittenberg, Jerman, untuk memprotes Gereja Katolik Roma dan Paus yang menjalankan praktek-praktek yang tidak Alkitabiah (terutama penjualan surat indulgensia yang dapat mengampuni dosa). Setelah itu di seluruh Eropa dan meluas ke seluruh dunia terjadi kebangunan besar-besaran umat Tuhan yang kembali kepada kehidupan berdasarkan Alkitab semata (sola scriptura).

Satu hal yang menarik dari kehidupan Martin Luther di samping segala sepak terjangnya memperjuangkan reformasi adalah salah satu perkataannya, “Even if I knew that tomorrow the world would go to pieces, I would still plant my apple tree.” yang artinya adalah, “walaupun seandainya Saya mengetahui bahwa besok dunia akan hancur, Saya akan tetap menanam pohon apel Saya.”

Etos kerja gereja pasca reformasi yang dicontohkan oleh baik Martin Luther maupun John Calvin dan para reformator lainnya merupakan salah satu penggerak dunia menuju ke era modern yang kita kenal hari ini. Alangkah sayangnya jika hari ini, kita kehilangan etos kerja yang seharusnya merupakan warisan umat Tuhan kepada dunia. Dan lebih sayang lagi jika hari ini, dunia mempertontonkan etos kerja Kristiani dan orang Kristen diam bermalas-malasan dan tidak memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23

 
1 Comment

Posted by on October 31, 2011 in It's A Short Life

 

Tags: ,